Rabu, 27 Oktober 2010

Tak Becus Majukan Sepakbola, PSSI Bisanya Hanya Mengancam


  1.  Komisaris PT Persebaya Indonesia (PTPI), Saleh Ismail Mukadar mengingatkan, daripada PSSI menebar ancaman ke klub agar tidak berpindah 'hati', lebih baik organisasi yang diketuai Nurdin Halid ini memikirkan kemajuan sepakbola nasional.

Selama hampir satu dekade terakhir, prestasi Indonesia sangat merosot tajam. Jangankan level Asia, untuk bertarung di kancah Asia Tenggara saja Timnas Garuda sudah tak mampu mencengkram lawannya, seperti yang mereka lakukan 20 atau 30 tahun silam.

"Seharusnya mereka (PSSI.red) bertanggung jawab terhadap kemajuan sepakbola nasional, jangan main ancam segala," sindir Saleh, Rabu (27/10/2010).

Sebelumnya, beberapa pejabat tinggi PSSI seperti Andi Darussalam Tabusalla mengutarakan psywar lewat media. Andi mengancam bakal mendepak klub dari keanggotaan PSSI bila bandel dan mengikuti kompetisi Indonesia Premier League (IPL).

Meski di ambang pencoretan, Saleh justru santai. Ia menyebut pernyataan Andi hanya mengada-ada. "Ini ada orang yang ingin meringankan beban mereka, lha kok dilarang. Apa yang kami lakukan ini demi kemajuan sepakbola loh," imbuh mantan Ketua Umum KONI Surabaya ini.

Selain mengkritisi ancaman yang dilontarkan PSSI, Saleh juga mengingatkan agar 17 klub yang sudah yakin ikut IPL tetap berpegang teguh dengan keputusan yang diambil. Sebab, jika mereka takut dan akhirnya kembali mengikuti kompetisi PSSI, bukan tidak mungkin mereka akan dikerjai.

"Para petinggi klub harus sadar, mereka selama ini ditipu dan dirampok PSSI. Kalau kondisi ini terus berlanjut, selamanya kita akan ditindas," pungkas Saleh

Senin, 25 Oktober 2010

Arti SAHABAT

Sahabat. Apa sih arti dari sebuah persahabatan?? Ada yang bilang sahabat itu adalah teman yang benar-benar dekat sampai tahu hal-hal kecil tentang kita. Ada juga yang bilang sahabat itu kalau kemana-mana selalu bareng. Tetapi salah satu sahabat saya bilang, sahabat itu adalah teman dalam suka dan duka, tapi tahu batas dimana suatu saat ketika teman dapat masalah, kita harus membiarkan dia mengatasi masalahnya sendiri agar teman tersebut tumbuh lebih matang dan mandiri.

Terkadang saya dengan enteng menyebut, dia itu sahabat saya. Tapi ketika ditanya ini itu tentang sahabat saya yang berhubungan dengan keluarga, pendidikan dan lain-lain, saya bingung jawabnya. Dari situ saya mikir, apa saya ini sahabat yang baik? Apa saya pantas disebut sahabat? Karena saya menganggap sahabat adalah orang yang bisa melihat kita dari hati ke hati, bukan karena tampang, materi, latar belakang, pendidikan dan lain-lain. Karena itu saya memang jarang menanyakan hal-hal yang berbau privacy ke sahabat-sahabat saya. Saya lebih sebagai pemberi masukan dan penerima keluh kesah sahabat-sahabat saya. Bukannya saya orang yang nggak peduli dan nggak mau tau, tapi menurut saya persahabatan bukan dinilai dari sedalam apa kita tau tetek bengek orang tersebut, melainkan sedalam apa kita memahami orang tersebut. Saya sudah ngerasain pahitnya persahabatan ketika saya bilang dia sahabat saya, ternyata dia hanya memanfaatkan apa yang saya punya dan lain-lain. Ketika saya sedang jatuh, dia malah meninggalkan karena merasa ga ada yang bisa diberikan oleh saya.

Cuma segitu arti persahabatan ??

Suatu hari saya meyatakan A adalah sahabat saya. Ketika A ditanyakan, siapa sahabat kamu, A menjawab B, C, D, namun tidak menyebutkan nama saya. Dari sini saya mencoba memikir ulang. Apakah saya bukan termasuk sahabatnya? Apa saya bukan sahabat yang baik? Hal ini sering terbesit dalam pikiran saya Teman saya banyak. Saya pergi dengan teman-teman yang berbeda. Namun apakah mereka adalah sahabat saya? Karena terkadang teman untuk hang out berbeda dengan sahabat.

GLOBALISASI

Kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.

Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan 
ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi bias.

Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.

Reaksi Masyarakat terhadap globalisasi
Gerakan pro-globalisasi

Pendukung globalisasi (sering juga disebut dengan pro-globalisasi) menganggap bahwa globalisasi dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi masyarakat dunia. Mereka berpijak pada teori keunggulan komparatif yang dicetuskan oleh David Ricardo. Teori ini menyatakan bahwa suatu negara dengan negara lain saling bergantung dan dapat saling menguntungkan satu sama lainnya, dan salah satu bentuknya adalah ketergantungan dalam bidang ekonomi. Kedua negara dapat melakukan transaksi pertukaran sesuai dengan keunggulan komparatif yang dimilikinya. Misalnya, Jepang memiliki keunggulan komparatif pada produk kamera digital (mampu mencetak lebih efesien dan bermutu tinggi) sementara Indonesia memiliki keunggulan komparatif pada produk kainnya. Dengan teori ini, Jepang dianjurkan untuk menghentikan produksi kainnya dan mengalihkan faktor-faktor produksinya untuk memaksimalkan produksi kamera digital, lalu menutupi kekurangan penawaran kain dengan membelinya dari Indonesia, begitu juga sebaliknya.

*

Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme di Kalangan Generasi Muda

Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.

Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.

Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone.

Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat.

Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau apa jadinya genersi muda tersebut? Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Apa akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki rasa nasionalisme?

Berdasarkan analisa dan uraian di atas pengaruh negatif globalisasi lebih banyak daripada pengaruh positifnya. Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai nasionalisme.


Antisipasi Pengaruh Negatif Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme

Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu :



Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.


Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.


Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.


Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.


Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.

Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa.

Minggu, 24 Oktober 2010

Masalah Organisasi meresahkan warga Bandung

Baca koran PR hari ini, menurut berita ada lagi korban yang meninggal akibat tawuran antar gank.  Aduh, bener-bener bikin resah warga saja.  Yang saya tahu gank motor jaman saya masih lucu-lucunya (ya ya saya ngaku deh sekitar tahun 90-92) itu hanya sekedar kelompok anak-anak SMA yang hobi balapan di daerah Gasibu menjelang sore atau sepanjang jalan Dago pas lewat tengah malam.   Kebetulan di SMA saya dulu juga ada teman-teman yang ceritanya ikutan gank tersebut. Yang saya ingat seperti STRG (singkatan dari apa saya tidak tahu) yang kalo tidak salah berbasis di Geger Kalong, XTC (Excalt to Coitus), Moonraker, GLZ (dari Galendoz Boys berubah menjadi Gentle Boys karena galendo adalah makanan dari parutan kelapa yang sudah jadi ampas -menurut gosip kurang keren terdengar), yang sekarang rasanya baru muncul yaitu Brigez (Brigade Seven karena pendirinya dari SMA 7), dan GRB (Grab On Road katanya anggotanya malahan anak-anak SMP namun tidak kalah beringas) dulu mah dua-duanya sepertinya jarang denger.
Dan dulu sih cerita soal gank motor ini sepertinya tidak heboh-heboh amat. Pengalaman saya soal dengan namanya gank motor ini cuma sekali. Dan saya kapok. Kebetulan dibonceng sama teman sekelas saya yang ikutan  Moonraker dan saya pake jaketnya dengan tulisan Moonraker gede banget di punggung. Tahu-tahu di daerah Cipaganti, kita diuber motor-motor entah siapa (XTC kali ya) yang ngajak balapan.  Teman saya ngacir kencang banget. Sampai mata saya tidak bisa melihat  pohon, rumah, orang atau mobil, cuma angin yang pedas menampar wajah, dan saya teriak keras banget,  ”SONIIIIIIIIIIII MANEEEEEEEEEEEH GELOOOOOOOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!!! EUREUN SIAH, TURUNKEUN URANG AYEUNAAA!!!!!”
Sekarang di koran dan televisi marak berita tentang 4 gank motor terkenal yang semakin meresahkan masyarakat Bandung karena tindakan mereka yang brutal: yaitu XTC, Moonraker, Brigez, dan GRB.  Bergidik deh mendengar ritual yang mereka laksanakan dalam penerimaan anggota dan aksi-aksinya: melawan polisi, minum darah anjing, berkelahi tawuran antar gank, menjarah, memukuli korban, motong jari tangan dan lain-lain.  Lho kok jadi kayak cerita Yakuza pake motong jari segala?  Itu apa segitu kurang kerjaannya atau kurang banyak ya PR dari sekolah ya? Kok begitu mudahnya menyia-nyiakan masa muda untuk hal gaya-gayaan dan berbuntut jadi tindakan kriminal? Dan di Bandung pula! Padahal banyak muda yang menyebut dirinya sebagai ABCD: Anak Bandung Cinta Damai tea.  Eh daripada balap-balapan, gebuk-gebukan dan menyakiti orang lain juga menyakiti orang tua kan mendingan ngeblog atau bikin kompos dari sampah kota Bandung gitu lho.
Atau kalau emang mau buang-buang duit pake benwit, yuk bantuin saya main Warbook. Kita bikin aliansi saja dan nyerang gank-gank Warbook di negara lain.

Geng XTC yg tak ada harga diri

Geng Motor Bandung XTC di Tangkap Polisi, Lebih dari 200 anggota geng motor yang diamankan polisi di Jalan Cihampelas dari XTC. Hal itu terlihat dari atribut kelompok tersebut yang disita polisi. Sekitar pukul 23.00 WIB, Jalan Cihampelas mulai dari perempatan Cihampelas-Pasteur hingga Cihampelas-Wastukencana ditutup. Terlihat Brimob bersenjata lengkap, Polantas, dan warga berusaha mengangkut lebih dari 100 motor itu dalam truk Dalmas. Sementara itu, para pengemudi ratusan motor itu telah dibawa ke Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa.
Terlihat rompi, jaket, dan bendera XTC, dikumpulkan oleh beberapa anggota polisi. Ratusan warga berkerumun di sekitar lokasi. Para pengendara yang melintas menuju flyover pun melambatkan kendaraannya, hingga kemacetan tak terhindarkan. Sebelumnya Kasubag Humas Polrestabes Bandung Kompol Endang Sriwahyu Utami. mengatakan ratusan anggota geng motor itu ditangkap setelah melakukan pengrusakan di sekitar Jalan Cihampelas. Informasi yang diterima wartawan, terjadi bentrok antara geng motor.
Jubir XTC Agi pun mengakuinya. "Iya, anggota kami yang ditangkap. Saya masih cari tahu kenapa," katanya dihubungi melalui telepon, Sabtu (25/9/2010) malam. Ketika ditanya apakah ini ada hubungannya dengan bentrok XTC dan Moonraker di Subang, Agi mengaku tak tahu persis. "Saya tidak tahu, karena baru dapat kabar. Tapi ini kayanya enggak ada hubungannya," ujar Agi. Sebelumnya Kasubag Humas Polrestabes Bandung Kompol Endang Sriwahyu Utami mengatakan ratusan anggota geng motor itu merusak mobil dan warnet di Jalan Cihampelas.

Jumat, 22 Oktober 2010

Duo Bek Persela Harus Kerja Keras

LAMONGAN – Duo bek Persela Lamongan Charis Yulianto dan Fabiano Beltrame bakal banting tulang di Stadion Surajaya, Lamongan. Keduanya mendapat mandat berat membendung gempuran para juru gedor Arema FC saat kedua tim berseteru besok.

Ya, dua bek tersebut menjadi sosok vital di pertandingan yang sarat gengsi nanti. Itu jika dikaitkan dengan birahi tinggi calon lawan dalam hal menggoyang jala lawan. Arema adalah salah satu tim dengan produktifitas tertinggi sejauh ini.

Dari empat pertarungan, selusin gol telah dibukukan anak asuh Miroslav Janu. Itu sangat kontras dengan kondisi pertahanan Persela yang kebobolan lima gol di empat pertandingan. Apa yang harus diperbuat?

"Menghadapi Arema butuh konsentrasi tinggi. Saya meminta semua pemain tetap fokus, tak hanya lini pertahanan. Arema punya catatan bagus dalam produktifitas gol. Kita akan berusaha mengatasinya," kata Pelatih Persela Subangkit.

Bermain sabar dan tenang juga menjadi bahan instruksi sang pelatih jelang crusial match nanti, terutama lini pertahanan. Subangkit paham benar Singo Edan bakal menggunakan segala cara untuk meruntuhkan benteng miliknya.

Merekam laga Arema sebelumnya, tim ini bisa melakukan berbagai kombinasi serangan dengan sama baiknya. Serangan sayap lewat M Ridhuan, tengah melalui Esteban atau striker kedua Roman Chmelo, semuanya bisa mencetak gol.

Inilah alasan Subangkit menginginkan Beltrame dkk tetap tenang atau tidak panik. "Ketika pemain panik, itu justru semakin membahayakan. Pemain bertahan harus tetap melakukan marking saat pemain Arema naik menyerang," lanjut pelatih asal Pasuruan ini.

Pemain asing milik Arema patut menjadi catatan tersendiri bagi Laskar Jaka Tingkir. Fakta menarik, lima pemain asing Arema seluruhnya mempunyai naluri mencetak gol. Roman Chmelo, Noh Alam Syah, M Ridhuan, Asteban Guillen, hingga Pierre Njanka, sudah menyumbang gol saat kompetisi justru baru berjalan empat pertandingan.

Subangkit yang pernah merasakan dahsyatnya kekuatan Singo Edan kala masih menukangi Persema Malang, tak menampik kontribusi pemain asing Arema sangat berpengaruh. Apalagi semua pemain musim lalu tetap bertahan dan sudah saling paham karakter permainan masing-masing.

Menghadapi situasi demikian, Persela masih enggan untuk menerapkan strategi bertahan. Terlanjur menargetkan babat habis poin di kandang, tim biru laut tetap akan memainkan taktik menyerang. Walaupun itu cukup riskan karena bisa menjadi celah bagi lawan.

"Permainan bertahan malah membuat tim seperti Arema menguasai pertandingan dan leluasa menyerang. Yang saya inginkan, kita tetap menjadi pemegang kendali permainan. Itu pilihan terbaik dan peluang bagi kita mengalahkan mereka," tandas mantan arsitek tim nasional U-18 ini.

Sungguh pilihan tak mudah. Laga Arema kontra Persibo dan Persijap mungkin bisa menjadi bahan masukan Persela. Persibo yang bermain ofensif dan terbuka, kecolongan empat gol, walau mampu mencetak gol. Sedangkan Persijap yang lebih defensif, hanya kemasukan dua gol tapi tak mampu menaklukkan jala klub berlogo kepala Singa.

Strategi yang diterapkan Subangkit bakal sangat memengaruhi perjalanan di laga nanti. Jika tetap tampil seperti menghadapi Persib Bandung dan Sriwijaya FC di awal kompetisi lalu, maka peluang mendulang poin absolut bakal sulit. Walau bermain di kandang sendiri.

Lagi, Persib Tambah Sponsor

BANDUNG – Persib Bandung rupanya tidak pernah kehabisan sponsor. Setelah menggaet beberapa sponsor, baik yang tertera di kostum maupun tidak, kini salah satu provider ponsel terkenal XL menggaet tim Maung Bandung.

Kedua belah pihak sepakat untuk meluncurkan sebanyak 400 ribu kartu perdana XL-Persib kepada seluruh masyarakat, terutama di Jawa Barat. Dengan begitu, para pengguna XL bisa menikmati beberapa fitur menarik soal Persib hanya melalui telepon seluler.

Vice Precident Enterprise and Carrier PT XL Axiata Titus Dondi mengungkapkan, pihaknya memang tengah fokus menggarap komunitas sebagai pasar yang potensial. Salah satunya adalah bobotoh Persib yang begitu fanatik dan tersebar di seluruh Jawa Barat bahkan Indonesia.

Titus menjelaskan, sebagai olahraga yang begitu memasyarakat, sepakbola dinilai memiliki fans yang luar biasa. Apalagi, Persib yang dinilainya sudah mendarah daging dan menjadi identitas Kota Bandung sekaligus Jawa Barat. “Dan kita mendukung kemajuan sepakbola, salah satunya Persib dengan kerjasama ini,” ungkap Titus.

Sementara Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) Umuh Muchtar berharap kerjasama yang baik bisa terus terjalin, tidak hanya pada musim ini. Umuh meyakinkan pihak XL bahwa kerjasama yang terjalin akan menguntungkan kedua belah pihak. “Jadi, dimanapun XL ada, pasti ada Persib, begitu juga sebaliknya,” ujarnya