Duo Bek Persela Harus Kerja Keras

LAMONGAN – Duo bek Persela Lamongan Charis Yulianto dan Fabiano Beltrame bakal banting tulang di Stadion Surajaya, Lamongan. Keduanya mendapat mandat berat membendung gempuran para juru gedor Arema FC saat kedua tim berseteru besok.
Ya, dua bek tersebut menjadi sosok vital di pertandingan yang sarat gengsi nanti. Itu jika dikaitkan dengan birahi tinggi calon lawan dalam hal menggoyang jala lawan. Arema adalah salah satu tim dengan produktifitas tertinggi sejauh ini.
Dari empat pertarungan, selusin gol telah dibukukan anak asuh Miroslav Janu. Itu sangat kontras dengan kondisi pertahanan Persela yang kebobolan lima gol di empat pertandingan. Apa yang harus diperbuat?
"Menghadapi Arema butuh konsentrasi tinggi. Saya meminta semua pemain tetap fokus, tak hanya lini pertahanan. Arema punya catatan bagus dalam produktifitas gol. Kita akan berusaha mengatasinya," kata Pelatih Persela Subangkit.
Bermain sabar dan tenang juga menjadi bahan instruksi sang pelatih jelang crusial match nanti, terutama lini pertahanan. Subangkit paham benar Singo Edan bakal menggunakan segala cara untuk meruntuhkan benteng miliknya.
Merekam laga Arema sebelumnya, tim ini bisa melakukan berbagai kombinasi serangan dengan sama baiknya. Serangan sayap lewat M Ridhuan, tengah melalui Esteban atau striker kedua Roman Chmelo, semuanya bisa mencetak gol.
Inilah alasan Subangkit menginginkan Beltrame dkk tetap tenang atau tidak panik. "Ketika pemain panik, itu justru semakin membahayakan. Pemain bertahan harus tetap melakukan marking saat pemain Arema naik menyerang," lanjut pelatih asal Pasuruan ini.
Pemain asing milik Arema patut menjadi catatan tersendiri bagi Laskar Jaka Tingkir. Fakta menarik, lima pemain asing Arema seluruhnya mempunyai naluri mencetak gol. Roman Chmelo, Noh Alam Syah, M Ridhuan, Asteban Guillen, hingga Pierre Njanka, sudah menyumbang gol saat kompetisi justru baru berjalan empat pertandingan.
Subangkit yang pernah merasakan dahsyatnya kekuatan Singo Edan kala masih menukangi Persema Malang, tak menampik kontribusi pemain asing Arema sangat berpengaruh. Apalagi semua pemain musim lalu tetap bertahan dan sudah saling paham karakter permainan masing-masing.
Menghadapi situasi demikian, Persela masih enggan untuk menerapkan strategi bertahan. Terlanjur menargetkan babat habis poin di kandang, tim biru laut tetap akan memainkan taktik menyerang. Walaupun itu cukup riskan karena bisa menjadi celah bagi lawan.
"Permainan bertahan malah membuat tim seperti Arema menguasai pertandingan dan leluasa menyerang. Yang saya inginkan, kita tetap menjadi pemegang kendali permainan. Itu pilihan terbaik dan peluang bagi kita mengalahkan mereka," tandas mantan arsitek tim nasional U-18 ini.
Sungguh pilihan tak mudah. Laga Arema kontra Persibo dan Persijap mungkin bisa menjadi bahan masukan Persela. Persibo yang bermain ofensif dan terbuka, kecolongan empat gol, walau mampu mencetak gol. Sedangkan Persijap yang lebih defensif, hanya kemasukan dua gol tapi tak mampu menaklukkan jala klub berlogo kepala Singa.
Strategi yang diterapkan Subangkit bakal sangat memengaruhi perjalanan di laga nanti. Jika tetap tampil seperti menghadapi Persib Bandung dan Sriwijaya FC di awal kompetisi lalu, maka peluang mendulang poin absolut bakal sulit. Walau bermain di kandang sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar