- Komisaris PT Persebaya Indonesia (PTPI), Saleh Ismail Mukadar mengingatkan, daripada PSSI menebar ancaman ke klub agar tidak berpindah 'hati', lebih baik organisasi yang diketuai Nurdin Halid ini memikirkan kemajuan sepakbola nasional.
Selama hampir satu dekade terakhir, prestasi Indonesia sangat merosot tajam. Jangankan level Asia, untuk bertarung di kancah Asia Tenggara saja Timnas Garuda sudah tak mampu mencengkram lawannya, seperti yang mereka lakukan 20 atau 30 tahun silam.
"Seharusnya mereka (PSSI.red) bertanggung jawab terhadap kemajuan sepakbola nasional, jangan main ancam segala," sindir Saleh, Rabu (27/10/2010).
Sebelumnya, beberapa pejabat tinggi PSSI seperti Andi Darussalam Tabusalla mengutarakan psywar lewat media. Andi mengancam bakal mendepak klub dari keanggotaan PSSI bila bandel dan mengikuti kompetisi Indonesia Premier League (IPL).
Meski di ambang pencoretan, Saleh justru santai. Ia menyebut pernyataan Andi hanya mengada-ada. "Ini ada orang yang ingin meringankan beban mereka, lha kok dilarang. Apa yang kami lakukan ini demi kemajuan sepakbola loh," imbuh mantan Ketua Umum KONI Surabaya ini.
Selain mengkritisi ancaman yang dilontarkan PSSI, Saleh juga mengingatkan agar 17 klub yang sudah yakin ikut IPL tetap berpegang teguh dengan keputusan yang diambil. Sebab, jika mereka takut dan akhirnya kembali mengikuti kompetisi PSSI, bukan tidak mungkin mereka akan dikerjai.
"Para petinggi klub harus sadar, mereka selama ini ditipu dan dirampok PSSI. Kalau kondisi ini terus berlanjut, selamanya kita akan ditindas," pungkas Saleh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar