Jumat, 22 Oktober 2010

kedzaliman dan pembodohan PSSI.

Ditengah ketidak pastian dari laga penindasan, tibalah waktu event Charity Game yang rencananya akan digelar sabtu 7 agustus 2010 yang mempertemukan Tim Garuda Merah vs Garuda Putih, semakin ramai didengungkan karena bertepatan pertandinganya dilaksanakan di kandang baru Bajul Ijo "Gelora Bung Tomo". Ini adalah momen bersejarah para pecinta bola Surabaya, yang setelah berpuluh tahun berkandang di Gelora 10 November Tambaksari.



Berkenaan dan meneruskan recana perlawanan lanjutan "Save Persebaya Now!" sebelumnya, kami memang sudah menyiapkan event ini sebagai media untuk meneriakan perlawanan atas kedzaliman dan pembodohan PSSI. Setelah sebelumnya mendapat informasi, bahwa penyelenggara Laga Amal ini bukan dari pihak PSSI namun dari komunitas Facebook yang menghedaki perubahan pada PSSI dan hasil laga ini ditujukan untuk pahlawan sepakbola Rusdi Bahalwan di Surabaya dan Lucky Acub Zainal di Malang (karena memang ada 2 venue penyelenggaraan, Malang dan Surabaya).



Persiapan diawali dengan kontak salah satu peserta aksi dengan pihak panpel, apakah kami bisa melangsungkan aksi saat Charity Game nanti di GBT. Ini yang perlu digaris bawahi, untuk melaksanakan aksi saja kami harus meloby Panpel dan berdialog panjang untuk meyakinkan bahwa aksi perlawanan kami ini benar2 aksi damai, murni dari kami sendiri, tidak diboncengi olehpihak manapun termasuk Pengurus Persebaya!!! Ini adalah murni dari kami sendiri Keluarga Besar Bonek Bersatu sebagai pecinta Persebaya, itu saja.



Malam sebelum pertandingan kami mempersiapkan segala kebutuhan pelaksanaan aksi, termasuk mengumpulkan kembali 5 spanduk raksasa yg telah terisi penuh tanda tangan dan cap jempol darah (dari aksi perlawanan sebelumnya). Dan tempat yang kami pilih untuk persiapan H-1 ini cukup unik, tidak di Surabaya, tapi di Gresik tepatnya di stadion Semen gresik tempat rekan-rekan Bonek Gresik (BOGRES) bermarkas, lokasi ini kami pilih agar kordinasi lebih mudah, mengingat GBT hanya berjarak 5 km dari Gresik.

Malam itu beberapa perwakilan Bonek dari Surabaya dan dari Jabodetabek datang dengan penuh semangat untuk persiapan aksi di GBT besok. Satu kendala lagi menghadang, yaitu jika rencana kami mengarak dan mengelilingkan spanduk dan akan ditandatangani oleh tokoh masyarakat, artis, wartawan dan orang-orang penting, maka kami memerlukan seragam. Agar tampilan kami agak sedikit manis hehehe... (khan bakal di shoot TV rek... Bonek kok, hehehe... ).



Karena keterbatasan waktu produksi untuk nyablon, saat itu juga diputuskan kami akan memakai seragam kaos yang disemprot pilox menyerupai logo "Save Persebaya Now!" di bagian depan. Seperti yg telah dijelaskan diatas, kami tidak mempunyai dana tetap dan tidak disokong dana dari siapapun. Karena dari awal kami adalah 100% Bonek Independen yang menginginkan sebuah perlawanan. Maka saat itu juga peserta aksi kembali memutar 'topi terbang' untuk menampung uang patungan sukarela untuk membeli 'kaos termurah' yang kemudian dibeli di Pasar Kapasan. Estimasinya kami memerlukan 25 kaos seharga 10 ribu rupiah dan 2 cat pilox yang akan kami semprot sendiri. Dibuat halus untuk menyerupai sablon. Dalam hati kecil saya berfikir dan bangga mengatakan inilah kami Bonek (yang Bondo untuk Persebaya, tapi tidak meminta apapun dari Persebaya dan Nekat apapun yang terjadi akan melawan segala bentuk kedzaliman).



Dan Siang itu datang juga, 3 jam sebelum kick off Charity Game berlangsung, kami berkumpul di Gate 10-11 pintu barat GBT. Disanakami membentangkan dan menggelar spanduk kami di lantai untuk memberi kesempatan 'dulur-dulur' yang belum sempat ikut tandatangan dalam aksi sebelumnya di Taman Bungkul, sekalian untuk kordinasi. Tapi kendala kembali terjadi, beberapa peserta aksi yang berkenaan dalam produksi 'kaos dadakan' terjebak kemacetan dan dipastikan akan terlambat saat aksi. Naasnya lagi salah satu dari rekan kami tersebut adalah penghubung kami dengan Panpel. Kebingungan melanda karena kami hanya memegang tiket ekonomi, sedangkan untuk aksi ini diperlukan tiket VIP sebanyak 25 lembar, jika tidak bisa kontak dengan Panpel didalam.Inilah salah satu bukti juga, Untuk aksi inipun kami sudah membeli tiket untuk masing2 peserta... lagi-lagi ini adalah semangat Bonek.



Ternyata niat baik kami mendapatkan pertolongan dari Allah SWT, seorang sekretaris Panpel menemui dan kami berdialog agar bisa masuk dan menggelar aksi sesuai kesepakatan tanpa teman penghubung kami yg terjebak kemacetan ini. Dan alhamdullilah kami bisa masuk dan melakukan aksi mengelilingkan spanduk raksasa di lintasan atletik, samping lapangan. Namun tanpa kaos seragamdadakan yang kami produksi sendiri... (tapi tidak masalah, karena setengah jam sebelum kick off rekan-rekan 'tukang kaos' datang dan segera membagikan kaos.)



Sebelum pertandingan berlangsung nyanyian perlawanan dan nyayian Indonesia Raya dilantunkan dan diteriakan yang dipimpin oleh Cak Hamin Gimbal dan Cak Okto Tyson dengan lantang, oleh para penonton yang 90% adalah Bonek ditambah ratusan pendukung ULTRAS Gresik, sungguh berwarna. Teriakan dan nyanyian perlawanan didengungkan mewakili suara hati pecinta Persebaya yang telahdizalimi, Nurdin Halid aktor intelektual konyol dibalik PSSI dihujat dan dikecam oleh semua yang ada di stadion. Di Jeda pertandingan kami mengusulkan ke Panpel agar salah satu spanduk kami di tandatangani oleh para tokoh masyarakat, artis, mantan pemain dan wartawan yang hadir disana. Saya coba berkomunikasi dengan Cak Supangat (MC Legendaris Persebaya). Karena Kebetulan acara itu dihadiri oleh Bapak Arifin Panigoro, Tondo Widodo, Alfred Rielde (Pelatih timnas), mantan pemain nasional seperti Ferryl Raymon Hattu dan Samsul Arifin ditambah wartawan lokal dan luar negeri juga ikut tanda tangan di spanduk perlawanan ini.



Jadi semakin sah saja bahwa sebenarnya Indonesia menginginkan Nurdin Halid mundur dan perombakan di tubuh PSSI. Setelah pertandingan, barulah kami sadar. Bahwa aksi yang kami lakukan ini benar-benar bersifat mendadak, dengan tingkat kordinasi rendah namun dengan loyalitas tinggi ditambah semangat AREK SUROBOYO yang BONEK. Dengan niat dan kemampuan seadanya kami melawan dengan cara kami. Salah satu cara yang kami anggap harus dilakukan untuk sebuah perlawanan pada sebuah kedzaliman. Salah satu bentuk LOYALITAS TANPA BATAS kami terhadap PERSEBAYA, salah satu bentuk aplikasi nyata BONEK (BONdo dan NEKat) meskipun apapun hasilnya, apapun keputusan PSSI terhadap tim kami, meskipun Persebaya dibuang ke Divisi 3 pun, kami akan ada di stadion untuk mendukung PERSEBAYA.



Kepedihan dan sakitnya hati kami tertutup sebuah kebanggaan akan sebuah pelawanan pada sebuah kemungkaran dan memperjuangkan harga diri. Lebih baik kami melawan daripada menuruti sebuah kedzaliman dan inkosistensi aturan yang mereka buat sendiri.



KAMI MELAWAN KARENA KAMI DITINDAS, KAMI DITINDAS MAKA PERLAWANAN AKAN SEMAKIN MEMBESAR.P ERJUANGAN BELUM BERAKHIR... TETAP SEMANGAT KAWAN, BONEK BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN. BRAVO BONEK, GLORY PERSEBAYA... HIDUPLAH INDONESIA RAYA.



SALAM SATU NYALI..... WANIII...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar